TpzoBSM0TUOlTpAoBSW9GUC9GA==

Hilal Belum Terlihat, Awal Ramadan Dinanti

Hilal Belum Terlihat, Awal Ramadan Dinanti


Mediatama Prakarsa, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan hilal atau bulan sabit penanda 1 Ramadan 1447 Hijriah belum terlihat di seluruh wilayah Indonesia pada pemantauan sore hari ini. Berdasarkan hasil rukyat di berbagai titik, posisi hilal masih berada di bawah ufuk setelah matahari terbenam, sehingga secara astronomis belum memenuhi syarat visibilitas.

Kemenag menjelaskan, kriteria yang digunakan Indonesia mengacu pada kesepakatan negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Dalam kriteria tersebut, hilal dinyatakan memenuhi imkanur rukyat apabila memiliki ketinggian minimal 3 derajat di atas ufuk dan elongasi minimal 6,4 derajat saat matahari terbenam. Namun, pada pemantauan kali ini, posisi hilal masih negatif sehingga belum masuk kategori terlihat.

Penetapan resmi awal Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah. Sidang tersebut dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang akan mengumumkan keputusan final kepada masyarakat setelah menerima laporan hisab dan rukyat dari berbagai daerah.

Dalam praktiknya, penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia dilakukan melalui dua metode, yakni hisab dan rukyat. Hisab merupakan perhitungan astronomis berbasis matematis untuk menentukan posisi benda langit tanpa harus menunggu observasi langsung. Sementara rukyat adalah metode pengamatan visual terhadap hilal di lapangan. Kombinasi keduanya menjadi dasar pertimbangan dalam sidang isbat.

Di sisi lain, PP Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab yang menjadi pedoman organisasi tersebut.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau umat Islam untuk menyikapi potensi perbedaan awal puasa dengan sikap tasamuh dan kedewasaan. Ia menegaskan bahwa perbedaan merupakan ruang ijtihad yang tidak perlu disertai saling menyalahkan.

“Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Kini, umat Islam di Indonesia tinggal menanti hasil sidang isbat sebagai penentu resmi awal Ramadan 1447 Hijriah, sembari tetap menjaga persatuan di tengah dinamika perbedaan metode penetapan.

Follow Mediatama Prakarsa untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel

Type above and press Enter to search.